KH Nawawi, Santri Hadratussyaikh, Pendiri NU di Mojokerto

0
505

KH Nawawi lahir di Dusun Les Padangan Desa Terusan Kabupaten Mojokerto pada tahun 1886. Beliau merupakan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU) pertama kali di Mojokerto, Jawa Timur.
<>
Semasa remaja, Kiai Nawawi pernah menjadi santri Hadratussyiakh KH Hasyim Asy’ari di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Selain itu, pernah menjadi santri KH Qosim Siwalan Panji Buduran Sidoarjo, serta KH Sholeh Mojosari dan KH Kholil Kademangan Bangkalan.

“Kiai Nawawi aktif dalam organisasi keagamaan dan pertama kali mendirikan organisasi NU di Mojokerto pada tahun 1928. Beliau juga pernah menjadi komandan laskar Sabilillah dan turun langsung memimpin pergerakan melawan penjajah di wilayah pergerakannya yakni di Mojokerto, Kedamean Gresik, Sepanjang dan Sukodono Sidoarjo,” ulas H Khulaim Junaedi pada acara napak tilas di Desa Plumbungan Sukodono Sidoarjo, Sabtu (7/11) malam.

Cicit KH Nawawi ini menceritakan bahwa Kiai Nawawi gugur pada 22 Agustus 1946 saat dikeroyok pasukan Belanda dengan menancapkan empat tusukan pisau bayonet tepat di lehernya. Jenazahnya ditandu oleh pasukan laskar Sabilillah menuju rumah duka di Kelurahan Jagalan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto.

“Beliau akhirnya dimakamkan di pemakaman umum Desa Losari Gedek Kabupaten Mojokerto. Untuk memperingati perjalanan dan perjuangannya, kita selalu mengadakan napak tilas ini dari Desa Plumbungan Sukodono menuju kediamannya,” pungkas H Khulaim Junaedi yang juga sebagai anggota DPRD Sidoarjo ini. (

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here